Apa Itu Schema Markup #
Schema markup adalah data terstruktur yang memberi tahu mesin pencari apa arti isi halaman Anda, bukan hanya apa tulisannya. Kosakatanya berasal dari schema.org, dan format yang direkomendasikan Google adalah JSON-LD, yaitu blok skrip terpisah yang tidak mengganggu tampilan halaman.
Ada dua manfaat nyata, dan satu mitos yang perlu diluruskan:
- Membantu mesin memahami entitas: siapa perusahaan Anda, apa layanannya, siapa penulis artikelnya, di mana lokasinya.
- Membuka kelayakan (eligibility) tampilan khusus di hasil pencarian untuk jenis tertentu, misalnya breadcrumb, produk, atau acara.
- Mitos: schema bukan tombol rahasia peringkat. Memasangnya tidak otomatis menaikkan posisi. Memasang schema yang salah justru bisa merugikan.
Definisi singkatnya ada di glosarium schema markup.
Jenis Schema yang Berguna untuk Website Bisnis #
| Jenis | Fungsi | Dipasang di |
|---|---|---|
Organization |
Identitas perusahaan: nama, logo, kontak, profil resmi (sameAs) |
Beranda atau seluruh situs |
WebSite |
Identitas situs | Beranda |
BreadcrumbList |
Jejak navigasi halaman | Halaman dalam |
Article / BlogPosting |
Artikel: judul, penulis, tanggal terbit dan diperbarui | Halaman artikel |
Person |
Penulis atau tokoh perusahaan | Halaman penulis |
Product + Offer |
Produk, harga, ketersediaan | Halaman produk |
LocalBusiness |
Bisnis dengan lokasi fisik | Halaman kontak atau cabang |
Contoh Organization yang minimal dan jujur:
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Organization",
"name": "Nama Perusahaan Anda",
"url": "https://contoh.com",
"logo": "https://contoh.com/logo.png",
"sameAs": [
"https://www.linkedin.com/company/nama-perusahaan",
"https://www.instagram.com/namaperusahaan"
]
}
Tambahkan hanya properti yang benar dan terlihat atau dapat diverifikasi di situs Anda. Properti sameAs berguna untuk menghubungkan situs dengan profil resmi; alat generator Knowledge Graph sameAs membantu menyusunnya.
Untuk artikel blog, BlogPosting yang menyertakan penulis nyata dan tanggal yang akurat lebih berguna daripada schema panjang yang banyak mengarang:
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "BlogPosting",
"headline": "Judul Artikel Persis Seperti di Halaman",
"datePublished": "2026-10-16T08:00:00+07:00",
"dateModified": "2026-10-16T08:00:00+07:00",
"author": { "@type": "Person", "name": "Nama Penulis" },
"image": "https://contoh.com/img/blog/judul-artikel.webp",
"mainEntityOfPage": "https://contoh.com/blog/judul-artikel"
}
dateModified sebaiknya hanya diubah saat isi artikel benar-benar diperbarui, bukan setiap kali halaman dibangun ulang.
Tentang FAQ dan HowTo #
Dua jenis ini sering dipasang berlebihan karena dulu menghasilkan tampilan khusus. Sejak 2023, Google membatasi tampilan FAQ hanya untuk situs pemerintah dan kesehatan yang sudah dikenal otoritatif, dan tampilan HowTo tidak lagi ditampilkan. Memasangnya tidak berbahaya selama isinya nyata, tetapi jangan berharap mendapat tampilan khusus darinya.
Aturan Emas #
Markup harus mencerminkan konten yang benar-benar dilihat pengunjung di halaman itu. Itulah inti pedoman data terstruktur Google. Segala sesuatu yang melanggar aturan ini masuk kategori berisiko.
Delapan Kesalahan yang Berisiko #
1. Rating dan ulasan karangan #
Ini yang paling serius. AggregateRating dengan nilai 4,9 dan "148 ulasan" yang tidak berasal dari ulasan nyata yang tampil di halaman melanggar pedoman Google. Konsekuensinya bisa berupa tindakan manual (manual action) untuk data terstruktur yang menyesatkan, yang membuat seluruh situs kehilangan kelayakan rich result. Jika Anda tidak punya data ulasan nyata, jangan tulis rating sama sekali.
2. Ulasan tentang diri sendiri pada Organization atau LocalBusiness #
Google tidak menampilkan bintang untuk ulasan "self-serving" yang ditulis atau dikurasi sendiri oleh bisnis yang diulas, terutama pada Organization dan LocalBusiness. Ulasan yang sah berasal dari pihak ketiga dan tampil jelas di halaman.
3. Menandai konten yang tidak terlihat #
Menandai FAQ, harga, atau ulasan yang tidak ada di halaman termasuk pelanggaran.
4. Memasang FAQPage di semua halaman #
Menempelkan FAQ yang sama di puluhan halaman hanya demi schema tidak menambah nilai dan mudah terlihat sebagai manipulasi.
5. Data tidak konsisten #
Nama, alamat, dan nomor telepon di schema harus sama dengan yang ada di halaman kontak dan profil bisnis Anda. Ketidakkonsistenan melemahkan sinyal entitas.
6. Tipe schema yang salah #
Menandai halaman layanan sebagai Product lengkap dengan harga padahal tidak ada produk yang dijual, atau menandai alat gratis sebagai SoftwareApplication dengan rating, hanya untuk mengejar tampilan.
7. Menyalin schema generik dari plugin tanpa memeriksa #
Plugin sering menghasilkan properti yang kosong atau salah. Selalu uji hasil akhirnya.
8. Tidak diperbarui #
Harga, ketersediaan, dan tanggal yang usang membuat markup bertentangan dengan halaman.
Cara Memasang dengan Benar #
Di Next.js, JSON-LD cukup dirender sebagai skrip:
Mengganti < dengan < mencegah isi data menutup tag skrip secara tidak sengaja. Untuk menyusun graf entitas yang lebih lengkap, generator schema B2B bisa dipakai sebagai titik awal.
Cara Memvalidasi #
- Rich Results Test (Google): memeriksa kelayakan tampilan khusus.
- Schema Markup Validator (schema.org): memeriksa kesesuaian sintaks dan tipe tanpa terikat fitur Google.
- Laporan Enhancements di Search Console: memantau kesalahan pada skala seluruh situs setelah halaman dirayapi. Lihat juga panduan membaca Search Console.
Checklist Sebelum Rilis #
- Setiap properti mencerminkan konten yang terlihat atau dapat diverifikasi.
- Tidak ada rating atau ulasan yang bukan berasal dari ulasan nyata.
- Nama, alamat, dan kontak konsisten di seluruh situs.
- Lolos Rich Results Test dan Schema Markup Validator tanpa error.
- Tanggal terbit dan diperbarui akurat.
Schema yang jujur dan sederhana hampir selalu lebih baik daripada schema lengkap yang berlebihan. Konteks yang lebih luas tentang sinyal kepercayaan ada di artikel E-E-A-T, dan fondasi teknisnya di pilar Technical SEO.
