ISO/IEC 27001:2022 & Standar BSSNKeamanan Siber & Insiden
Manajemen Keamanan Informasi & Kesiapan Tanggap Insiden CSIRT
Pedoman teknis pengelolaan risiko aset digital, hardening server web, dan pembentukan protokol tanggap insiden siber sesuai standar BSSN.
Lembaga / Otoritas Pengawas
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) & International Organization for Standardization
Wajib Diterapkan Oleh
- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Lembaga Negara
- Infrastruktur Informasi Vital (IIV)
- Perusahaan Enterprise pengelola data kritikal
Kewajiban Pokok & Kontrol Rekayasa Teknis
1
Protokol Hardening Server & Minimasi Attack Surface
Menutup port tidak esensial, membatasi akses SSH hanya melalui VPN/bastion, dan menonaktifkan protokol usang.
Implementasi Rekayasa: Konfigurasi Web Application Firewall (WAF), rate-limiting DDoS, dan Content Security Policy (CSP) ketat.
2
Prosedur Tanggap Darurat Insiden Siber (CSIRT Ready)
Memiliki alur eskalasi dan tim kontak tanggap darurat jika terdeteksi aktivitas anomali atau serangan siber.
Implementasi Rekayasa: Integrasi Webhook webhook-registry dengan notifikasi instan Telegram/Slack tim pengembang.
3
Principle of Least Privilege & RBAC Granular
Akses ke panel admin dan API harus dibatasi menurut peran terkecil yang dibutuhkan.
Implementasi Rekayasa: Role-Based Access Control (RBAC), multi-factor authentication (MFA), dan session timeout otomatis.
Konsekuensi Pelanggaran & Risiko Non-Compliance
Rekomendasi pencabutan sertifikasi kepatuhan BSSN dan risiko kebocoran data operasional skala besar.
Standar Bawaan PuluhLabs untuk Kepatuhan ISO/IEC 27001:2022 & Standar BSSN
✓Hardened Nginx/Apache reverse proxy dengan HTTP/2 & HTTP/3
✓Content Security Policy (CSP) level-3 tanpa unsafe-inline
✓RBAC dan multi-factor authentication bawaan sistem
Perlu pendampingan audit atau penyesuaian sistem dengan ISO/IEC 27001:2022 & Standar BSSN?Konsultasi Regulasi Ini