Enterprise RFC & Engineering Design Doc Builder
Hilangkan ambiguitas teknis sebelum baris kode pertama ditulis. Susun dokumen Request for Comments (RFC) komprehensif mencakup latar belakang masalah, batasan non-tujuan, mitigasi resiko, dan rencana rollback.

Metadata Dokumen Desain Rekayasa (RFC / EDD)
Pratinjau Dokumen RFC Markdown
# RFC-2026-08: Migrasi dari Monolith WordPress ke Arsitektur Decoupled Headless API Status: PROPOSED Author: Tim Arsitektur Rekayasa Web PuluhLabs Tanggal Diterbitkan: 2026-10-19 Target Evaluasi: Komite Pengarah TI & Enterprise Architecture Review Board --- ## 1. Ringkasan Eksekutif (Context & Problem Statement) Situs korporat monolitik saat ini mengalami TTFB lambat (1.8s), rentan eksploitasi plugin pihak ketiga, dan sering down saat terjadi lonjakan trafik rilis laporan keuangan tahunan. ## 2. Tujuan & Sasaran Metrik Kunci (Goals & SLIs) - Menurunkan skor TTFB (Time to First Byte) domestik di bawah 150 ms. - Mencapai skor Core Web Vitals 100/100 pada audit Google Lighthouse. - Menghilangkan attack surface database publik (Zero Internet Exposure). - Menggaransi SLA ketersediaan 99.9% kontraktual. ## 3. Batasan Non-Tujuan (Non-Goals) - Tidak mengubah skema integrasi database ERP SAP internal yang sedang berjalan. - Tidak mengubah alur kerja kurasi konten tim marketing pada dashboard editorial. ## 4. Usulan Arsitektur Teknis (Proposed Architecture) Memisahkan total lapisan antarmuka publik menggunakan Server Components terdistribusi ke Edge CDN dan membatasi backend hanya sebagai REST API internal terisolasi dengan otentikasi Bearer Token. ### Spesifikasi Komponen: - Presentation Layer: Modern Decoupled Frontend (React Server Components) - Application API Gateway: Stateless REST API (Laravel 11 / PHP 8.3) - Storage & Cache: PostgreSQL 16 dengan Connection Pooler PgBouncer + Redis In-Memory Cache - Perimeter Security: Cloudflare Enterprise with Strict CSP Nonce & HSTS Preload ## 5. Strategi Migrasi Data Tanpa Downtime (Migration Strategy) Ekspor basis data bertahap menggunakan dual-write sync selama 14 hari tanpa downtime dengan verifikasi checksum MD5. ## 6. Prosedur Pemulihan & Rollback (Disaster Rollback Plan) Jika metrik error rate HTTP 5xx melebihi 0.5% selama 5 menit berturut-turut, DNS Anycast Cloudflare otomatis dialihkan kembali ke origin server lama dalam waktu 30 detik. ## 7. Kepatuhan Regulasi & Keamanan (Compliance Checklist) - [x] UU PDP No. 27/2022: Enkripsi data at-rest & in-transit, lokasi server Tier-3 Indonesia. - [x] Standar Aksesibilitas WCAG 2.1 AA: Kontras warna 4.5:1 dan navigasi penuh keyboard. - [x] Hak Kekayaan Intelektual: Repositori Git 100% kepemilikan klien tanpa biaya lisensi tahunan.
Mengapa Tim Rekayasa Senior Selalu Menulis RFC?
Mencegah Tech Debt Prematur
Menulis dokumen desain teknis memaksa tim mengidentifikasi skenario kegagalan, batasan skalabilitas database, dan kompleksitas rollback sebelum waktu berharga tim engineer dihabiskan untuk coding.
Penyelarasan Pemangku Kepentingan
RFC menjadi media konsensus formal antara pimpinan tim pengembang, security engineer, product owner, dan divisi kepatuhan legal untuk memastikan seluruh aspek regulasi UU PDP telah terpenuhi.
Arsip Keputusan Berkelanjutan
Ketika ada pergantian anggota tim di masa mendatang, dokumen RFC menjelaskan alasan historis mengapa arsitektur tertentu dipilih dan apa saja alternatif solusi yang telah diuji namun ditolak.